Pekanbaru, Babada Foundation melalui program Rumah Tahfidz Entrepreneur Babada akan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Budidaya Ulat Maggot yang melibatkan seluruh santri dan santriwati. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya yayasan dalam menanamkan nilai kemandirian, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan kepada para santri sejak dini.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung pada Jum’at, 12 Desember 2025, bertempat di Rumah Tahfidz Nur Ala Nur Baitussakinah, mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB. Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah Bg. Febry, yang akan menyampaikan materi seputar budidaya ulat maggot secara praktis dan aplikatif.
Budidaya ulat maggot dipilih sebagai topik pelatihan karena memiliki keterkaitan langsung dengan isu kewirausahaan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Dalam pelatihan ini, santri akan diperkenalkan pada konsep dasar maggot, proses budidaya, hingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa entrepreneur pada para santri. Santri diharapkan mampu melihat peluang usaha dari potensi yang ada di sekitar mereka, serta memahami bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Melalui budidaya maggot, santri diajak untuk belajar mengelola sumber daya sederhana menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
Selain aspek kewirausahaan, budidaya ulat maggot juga memiliki manfaat ekologis. Maggot dikenal mampu membantu mengurai sampah organik, seperti sisa makanan dan roti reject. Dalam konteks ini, pelatihan akan diarahkan pada pemanfaatan limbah atau roti-roti reject yang berasal dari perusahaan BABADA sebagai media budidaya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dari sisi manfaat, maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif yang bernilai gizi tinggi, seperti untuk ikan, ayam, dan bebek. Selain itu, proses budidaya maggot juga menghasilkan pupuk organik yang kaya nutrisi dan dapat digunakan untuk mendukung pertanian atau tanaman skala kecil.
Lebih jauh, dalam pelatihan ini santri juga akan dikenalkan pada potensi lanjutan maggot dari sisi ekonomi. Maggot tidak hanya berhenti sebagai pakan ternak, tetapi juga memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti minyak maggot, bahan sereal, hingga bahan baku industri tertentu, termasuk kosmetik. Informasi ini diharapkan dapat membuka wawasan santri mengenai luasnya peluang usaha di sektor ini.
Kegiatan pelatihan ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, sehingga santri tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memahami konteks penerapannya. Dengan demikian, santri diharapkan mampu mengaitkan antara nilai keilmuan, praktik kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Melalui pelatihan budidaya ulat maggot ini, Rumah Tahfidz Entrepreneur BABADA berharap dapat terus menghadirkan program-program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Al-Qur’an. Santri tidak hanya dibekali dengan hafalan dan pemahaman agama, tetapi juga dengan keterampilan hidup yang dapat mendukung kemandirian mereka di masa depan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kecil namun berkelanjutan dalam membangun generasi santri yang adaptif, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat sekitarnya.
— Yayasan Tahfidz Entrepreneur Babada
